....."Jeremy Bentham dalam karya tulisnya “An Introduction to the Principles of Morals and Legislation” menyebutkan : Alam telah menempatkan umat manusia dibawah kendali dua kekuasaan, rasa sakit dan rasa senang. Hanya keduanya yang menunjukkan apa yang seharusnya kita lakukan, dan menentukan apa yang akan kita lakukan. Standar benar dan salah disatu sisi, maupun rantai sebab akibat pada sisi lain, melekat erat pada dua kekuasaan itu. Keduanya menguasai kita dalam semua hal yang kita lakukan, dalam semua hal yang kita ucapkan, dalam semua hal yang kita pikirkan: setiap upaya yang kita lakukan agar kita tidak menyerah padanya hanya akan menguatkan dan meneguhkannya.".....
Rabu, 05 November 2014
Jeremy Bentham
Selasa, 01 Juli 2014
So, smile.
someday, we'll forget the hurt, the reason we cried and who caused us pain. we will finally realize that the secret of being free is not revenge, but letting things unfold in their own way and own time. after all, what matters is not the first, but the last chapter of our life which shows how well we ran the race.
so smile, laugh, forgive, believe and love all over again
-wise man-
READ MORE - So, smile.
so smile, laugh, forgive, believe and love all over again
-wise man-
Thank God
well, I thought I was deeply sad and deeply happy to write this.
Ramadhan kali ini merupakan tahun ke empat yang saya beserta keluarga sambut dan jalani tanpa sosok Papa. waktu benar-benar berjalan dengan cepat, sama sekali gak berasa.
gak ada kata yang bisa mengungkapkan bagaimana rindunya saya terhadap Beliau. saya sangat sangat merindukan almarhum Papa. karena kata-kata gak selalu bisa melukiskan bagaimana perasaan saya akan ini, lagi-lagi saya hanya mengandalkan poto yang paling saya sukai ini..
terlepas dari sedih dan rindunya menyambut ramadhan dan lebaran nantinya tanpa Papa, I thank God karena saya masih bersama orang-orang tercinta. keluarga tecinta, Mama dan kedua kakak terrsayang.
bagaimana cinta dan sayang saya terhadap keluarga, adalah mutlak. sesuatu yang tidak perlu dijelaskan lagi. tapi untuk orang ini, bagaimana ya? tahu bahwa ada orang yang peduli dan ada disamping saya saat saya penuh dengan kekurangan namun tetap menerima dan mau berbagi itu luar biasa.
poto ini diambil dimalam yang sama dengan poto sebelumnya sama Papa (walaupun gak nemu poto aslinya, karikaturnya cukup lah mewakilkan, haha). ini juga tahun keempat kami menyambut ramadhan sama-sama.
seperti yang saya bilang sebelumnya, saya sangat sedih karena begitu merindukan almarhum Papa, tapi juga sangat bahagia karena begitu bersyukur atas orang-orang disekeliling saya.
atas adanya dia, yang mengisi semua kekosongan dengan begitu sempurna.
READ MORE - Thank God
Ramadhan kali ini merupakan tahun ke empat yang saya beserta keluarga sambut dan jalani tanpa sosok Papa. waktu benar-benar berjalan dengan cepat, sama sekali gak berasa.
gak ada kata yang bisa mengungkapkan bagaimana rindunya saya terhadap Beliau. saya sangat sangat merindukan almarhum Papa. karena kata-kata gak selalu bisa melukiskan bagaimana perasaan saya akan ini, lagi-lagi saya hanya mengandalkan poto yang paling saya sukai ini..
dan bersyukur.. for this man.
bagaimana cinta dan sayang saya terhadap keluarga, adalah mutlak. sesuatu yang tidak perlu dijelaskan lagi. tapi untuk orang ini, bagaimana ya? tahu bahwa ada orang yang peduli dan ada disamping saya saat saya penuh dengan kekurangan namun tetap menerima dan mau berbagi itu luar biasa.
poto ini diambil dimalam yang sama dengan poto sebelumnya sama Papa (walaupun gak nemu poto aslinya, karikaturnya cukup lah mewakilkan, haha). ini juga tahun keempat kami menyambut ramadhan sama-sama.
seperti yang saya bilang sebelumnya, saya sangat sedih karena begitu merindukan almarhum Papa, tapi juga sangat bahagia karena begitu bersyukur atas orang-orang disekeliling saya.
atas adanya dia, yang mengisi semua kekosongan dengan begitu sempurna.
Minggu, 23 Maret 2014
Jumat, 11 Januari 2013
hehe..
hallo, kamu.
entah kamu benar atau aku yang bodoh mengira sayang itu gak pernah menyerah, sesulit apapun situasinya.
karna seharusnya sayang itu menjaga, juga melindungi.
kamu tau, didunia ini aku cuma mengharapkan itu dari kamu. aku menempatkan mu di posisi pertama sebagai sosok laki-laki pengganti dia yang utama.
itu adalah alasan kenapa aku gak pernah mau kamu terbagi, sedikitpun.
kenapa aku dengan pemikiran bodoh ini, menjadi semakin egois, dengan segala emosi ku, menjadi semakin protect terhadap kamu, satu-satunya yang aku harapkan.
kamu tau, rasa sayang ini tidak pernah merasa cukup. apa pun yang kamu berikan, aku masih merasa kurang, selalu ingin lebih.
mungkin caraku menunjukan itu salah.
caraku, bukan lagi yang kamu senangi untuk menjadi caramu.
caraku memang salah, tapi di dalam emosinya kamu, aku harap kamu tau aku begitu karena aku sayang kamu.
ya, sayang ku seperti itu, tapi sayang mu memilih seperti ini.
memilih untuk membatasi dan menghentikan yang seharusnya kita perjuangkan bersama.
sayang mu semakin sering mengeluarkan kata terserah, sayang mu putus asa.
padahal aku masih ingat kamu bilang ini gak mudah, jadi jangan mudah menyerah.
aku sudah pernah memperjuangkan kamu, kamu juga pernah memperjuangkan aku, kita sudah sepakat masih banyak yang akan kita perjuangkan bersama, tapi aku malah gak bisa melakukan apa-apa saat kamu ingin menyerah.
bahkan tulisan yang kamu persiapkan sendiri jika salah satu dari kita ingin menyerah, gak cukup.
ya, dengan segala kesalahanku, aku mengerti kenapa akhirnya kamu menyerah.
mengerti apa yang kamu maksud.
aku akan memperbaikinya, bukan untuk kamu, tapi untuk diriku sendiri. berhati hati agar aku gak perlu terluka lagi. agar aku gak perlu ditinggalkan lagi. agar segala harapanku gak berujung kekecewaan lagi, agar aku akhirnya bisa bahagia.
kamu memang bener, kita kehilangan harmoni.
tapi kamu keliru, karna kamu mengira cuma kamu yang tertekan dalam hubungan itu.
aku juga lelah, sayang. lelah menghadapi kita yang kembali ke bagian yang sudah pernah kita lewati.
aku juga lelah, dianggap sebagai beban buat kamu ngelangkah.
kembali ke level 1 yang harusnya bisa menang lagi, tapi malah game over.
tapi toh kita juga sudah sama sama ngerti, keinginan untuk lebih baik ini bukan untuk merubah masa lalu itu, tapi demi masa depan.
tulisan ini khusus untuk kamu, tulisan yang cuma bisa dibuat orang yang lagi galau.
untuk kamu yang memintaku masuk kedalam duniamu, yang menciptakan dunia kita sendiri, yang akhirnya juga mengasingkan ku kembali.
apa yang aku berikan dan apa balasan duniamu itu?
untuk kesekian kalinya, kamu pergi.
aku sekarang ngerti maksudmu waktu bilang, “dear, I'm not that strong, I'm not strong enough to face it all alone” aku rasain itu sekarang, ngadepin semuanya, tiba-tiba ngerasa jadi cewek paling lemah. tapi aku selalu ingat kalimat terakhir yang kamu ucapin waktu itu, lagi lagi aku menguatkan diriku sendiri.
aku menulis ini bukan karna benci, bukan.
cuma karna.. aku ingin bisa seperti kamu.
terima kasih ya kamu, atas rasa bahagia, sedih, sayang, terluka, sampai akhirnya aku belajar ikhlas.
untuk kamu, atas waktu yang ternyata telah ditentukan.
tempat berbagi, yang tak ku bagi.
terima kasih untuk you're the one-nya. (udah expired, ya? haha..)
karna kamu, kita, memilih ini.
kita telah memutuskan untuk menjadi asing bagi masing-masing.
dan semoga, ini yang terbaik.
karna dalam keadaan ingin melepaskan diri pun kamu masih menyelipkan doa-mu buat aku, aku juga mendoakan kamu nemuin orang lain yang tepat untuk berbagi, pastikan untuk melindungi dia juga, bukan cuma dirimu sendiri. karna dalam keadaan dan situasi bagaimanapun, sayang yang tulus gak sepatutnya menyerah.
sementara kamu berjuang untuk dia nanti, aku sudah membereskan kesia-siaan yang telah aku, kamu, dan kita lakukan.
finish line itu mungkin ada, tapi juga mungkin kita sampai di dua sisi yang berbeda, gak lagi saling menggenggam.
karna dengan begini kamu bisa menemukan bahagiamu sekarang, maka aku yakin selanjutnya giliranku, untuk bahagia.
READ MORE - hehe..
entah kamu benar atau aku yang bodoh mengira sayang itu gak pernah menyerah, sesulit apapun situasinya.
karna seharusnya sayang itu menjaga, juga melindungi.
kamu tau, didunia ini aku cuma mengharapkan itu dari kamu. aku menempatkan mu di posisi pertama sebagai sosok laki-laki pengganti dia yang utama.
itu adalah alasan kenapa aku gak pernah mau kamu terbagi, sedikitpun.
kenapa aku dengan pemikiran bodoh ini, menjadi semakin egois, dengan segala emosi ku, menjadi semakin protect terhadap kamu, satu-satunya yang aku harapkan.
kamu tau, rasa sayang ini tidak pernah merasa cukup. apa pun yang kamu berikan, aku masih merasa kurang, selalu ingin lebih.
mungkin caraku menunjukan itu salah.
caraku, bukan lagi yang kamu senangi untuk menjadi caramu.
caraku memang salah, tapi di dalam emosinya kamu, aku harap kamu tau aku begitu karena aku sayang kamu.
ya, sayang ku seperti itu, tapi sayang mu memilih seperti ini.
memilih untuk membatasi dan menghentikan yang seharusnya kita perjuangkan bersama.
sayang mu semakin sering mengeluarkan kata terserah, sayang mu putus asa.
padahal aku masih ingat kamu bilang ini gak mudah, jadi jangan mudah menyerah.
aku sudah pernah memperjuangkan kamu, kamu juga pernah memperjuangkan aku, kita sudah sepakat masih banyak yang akan kita perjuangkan bersama, tapi aku malah gak bisa melakukan apa-apa saat kamu ingin menyerah.
bahkan tulisan yang kamu persiapkan sendiri jika salah satu dari kita ingin menyerah, gak cukup.
ya, dengan segala kesalahanku, aku mengerti kenapa akhirnya kamu menyerah.
mengerti apa yang kamu maksud.
aku akan memperbaikinya, bukan untuk kamu, tapi untuk diriku sendiri. berhati hati agar aku gak perlu terluka lagi. agar aku gak perlu ditinggalkan lagi. agar segala harapanku gak berujung kekecewaan lagi, agar aku akhirnya bisa bahagia.
kamu memang bener, kita kehilangan harmoni.
tapi kamu keliru, karna kamu mengira cuma kamu yang tertekan dalam hubungan itu.
aku juga lelah, sayang. lelah menghadapi kita yang kembali ke bagian yang sudah pernah kita lewati.
aku juga lelah, dianggap sebagai beban buat kamu ngelangkah.
kembali ke level 1 yang harusnya bisa menang lagi, tapi malah game over.
tapi toh kita juga sudah sama sama ngerti, keinginan untuk lebih baik ini bukan untuk merubah masa lalu itu, tapi demi masa depan.
tulisan ini khusus untuk kamu, tulisan yang cuma bisa dibuat orang yang lagi galau.
untuk kamu yang memintaku masuk kedalam duniamu, yang menciptakan dunia kita sendiri, yang akhirnya juga mengasingkan ku kembali.
apa yang aku berikan dan apa balasan duniamu itu?
untuk kesekian kalinya, kamu pergi.
aku sekarang ngerti maksudmu waktu bilang, “dear, I'm not that strong, I'm not strong enough to face it all alone” aku rasain itu sekarang, ngadepin semuanya, tiba-tiba ngerasa jadi cewek paling lemah. tapi aku selalu ingat kalimat terakhir yang kamu ucapin waktu itu, lagi lagi aku menguatkan diriku sendiri.
aku menulis ini bukan karna benci, bukan.
cuma karna.. aku ingin bisa seperti kamu.
terima kasih ya kamu, atas rasa bahagia, sedih, sayang, terluka, sampai akhirnya aku belajar ikhlas.
untuk kamu, atas waktu yang ternyata telah ditentukan.
tempat berbagi, yang tak ku bagi.
terima kasih untuk you're the one-nya. (udah expired, ya? haha..)
karna kamu, kita, memilih ini.
kita telah memutuskan untuk menjadi asing bagi masing-masing.
dan semoga, ini yang terbaik.
karna dalam keadaan ingin melepaskan diri pun kamu masih menyelipkan doa-mu buat aku, aku juga mendoakan kamu nemuin orang lain yang tepat untuk berbagi, pastikan untuk melindungi dia juga, bukan cuma dirimu sendiri. karna dalam keadaan dan situasi bagaimanapun, sayang yang tulus gak sepatutnya menyerah.
sementara kamu berjuang untuk dia nanti, aku sudah membereskan kesia-siaan yang telah aku, kamu, dan kita lakukan.
finish line itu mungkin ada, tapi juga mungkin kita sampai di dua sisi yang berbeda, gak lagi saling menggenggam.
karna dengan begini kamu bisa menemukan bahagiamu sekarang, maka aku yakin selanjutnya giliranku, untuk bahagia.
Jumat, 09 Maret 2012
-
keep thinking maybe i can make sense of something crazy, something i cant get out of my head, I write your name, then I tear it all to shreds
READ MORE - -
Rabu, 07 September 2011
Surat Rapuh Berisi Perasaan Terdalam
Selamat ulang tahun ke-18 syg. semoga makin pinter, makin cantik, makin semuanya, langgeng sama pacarnya :p eh iya kah gitu emotnya, iya lok yng kegini :p kan, aneh kalau nulis tangan emotnya, di hp kok bagus ya -__-
Lamanya aku nda nulis, jadi aneh gini nah yng megang pulpen, halah malah curhat, intinya kamu dan kita selalu ada dalam doaku yng.
Sebentar lagi lebaran, aku tau yng bahkan dari kita masih pacaran dulu kalau ini momen paling aneh yang kamu rasain yng tanpa papah, makanya aku selalu coba semampuku untuk setidaknya bisa gantiin sosok papah buat kamu, aku bakal selalu ngejaga ngelindungin kamu yng walaupun kadang kamu gak sadar aku begitu.
Tiap kamu bahas papah aku bingung yng, tugasku itu bikin kamu bahagia, tapi kamu juga pasti sedih yng, yang bisa aku lakuin ya meluk kamu, diam, sambil ngasih perlindungan ke kamu yang lagi nangis, yang lagi rapuh, aku tau semua perkataanku gak bakal ngeringanin kehilanganmu yng, makanya aku cuma diam sambil meluk kamu dari belakang, sambil doa sama Allah semoga aku bisa jadi, ya seenggaknya mencoba menjadi, wakil papah buat kamu, aku berjuang semoga papah bangga disana ngeliat wakilnya disini.
Kamu gak usah takut yng aku bakal nakal, dari awal semua perkataanku kelakuanku nunjukkin kalau aku serius sama kamu, kalau aku terlalu takut kamu gimana gimana, maaf yng, itu semata-mata cuma karena aku terlalu sayang sama kamu. tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam, walaupun kadang diselimutin sama kecemburuanku, aku percaya sepenuhnya sama kamu.
Bagaimanapun lebihnya orang lain, aku lebih menyayangi kita yang sebagaimana kita, semua canda tawa kebahagian kesedihan yang udah kita lewatin sama-sama. Gimana kita gak pernah bosen ketemu tiap hari, gimana kita tampar-tamparan, cium ketek, bloon nya aku, bloon nya kamu, semuanya udah bikin kamu sosok yang sempurna buat aku.
Aku tau sayang cerita cinta kita ini berat, rumit, tapi aku yakin kalau kita bertahan, cinta ini milik kita, seh pret, bagaimanapun jadinya kita nanti, segala perjuanganku buat kamu yng, gak akan pernah aku sesalin.
Seandainya nanti kita gak sama-sama lagi, nda mau ndaaaa, seandainya yng, kamu tinggal baca surat ini, kamu tau orang yang nulis surat ini sayang betul sama kamu, semua kebodohan kita yang bakal kamu rinduin suatu saat nanti, yang bakal kamu kenang, sekarang lagi kita jalanin.
Semuanya, aku yakin, cuma cobaan
Yang aku tulis ini keluar gitu aja yng, maaf kalau ada salah kata, tuh aku ada salah tulis, ahaha malu, mungkin ini gak berarti, ya, ini hanya surat rapuh berisi perasaan terdalam.
Dengan segala perkataanku, kelakuanku, kebodohan kita, kebahagian kita, beribu kata yang bisa menjelaskan perasaanku kepadamu, aku pilih,
aku sayang kamu.
Arditya Taqwa Erwandha
kepada
Suci Asmarani
Senin, 29 Agustus 2011
kita
waktu terlalu berharga untuk dibiarkan berlalu begitu aja tanpa senyum, canda, dan tawa karna mu.
bahagia itu, aku dan kamu.
kita.
READ MORE - kita
bahagia itu, aku dan kamu.
kita.
Minggu, 31 Juli 2011
i hate it.
I hate the way you talk to me, and the way you cut your hair.
I hate it when you stare, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick, it even makes me rhyme.
I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry.
I hate it when you're not around, and the fact you didnt call,
But mostly I hate the way I dont hate you.
Not even close, not even a little bit, not even at all.
READ MORE - i hate it.
I hate it when you stare, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick, it even makes me rhyme.
I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry.
I hate it when you're not around, and the fact you didnt call,
But mostly I hate the way I dont hate you.
Not even close, not even a little bit, not even at all.
Kamis, 21 Juli 2011
papa
sebelumnya, aku gak pernah ngebayangin gimana hidupku tanpa sosok yang satu ini. dan aku emang gak pernah mau hal itu terjadi.
I love my dad so much.. yang so much banget. aku juga sayang banget sama mamah. tapi rasa sayang ke papah itu lebih.. gimana ya? aku lebih ngerasa deket dan klop sama dia. terutama sejak papah pensiun, dia menghabiskan banyak waktu dirumah. papah orang yang sabar, sama sekali gak pernah ngeluh, gak pernah marah atau kasar, kalaupun gak suka paling dia cuma ngeluarkan satu kalimat trus diem, dan kami juga bakalan diem karna itu berarti suatu yang buruk. dia benar-benar ayah yang baik. aku membagi segala hal dengannya, pendengar yang baik, sumber serba-tau, psikolog ku, peta hidupku. dia tau, peduli, dan mengerti. sempurna.
susah diungkapkan seberapa kehilangannya aku. teriak, ngeraung, atau nangis sama sekali gak cukup dan gak bisa ngerubah apa-apa.
aku butuh. aku pengen meluk papah, bagi kebahagiaan dan meringankan kesedihan. susah menghadapi kenyataan aku gak bisa ngelakuin itu lagi. itu cukup membuat sebuah lubang besar disini, iya disini, didalam `sini`.
tapi hidup harus dijalani, kan. Mamah, ka Ridha, ka Ela, keluarga, dan orang-orang disekitarku adalah kekuatan. ikhlas. berdoa. kalo papah disana bahagia, pasti kami juga bahagia.
aku bersyukur gak pernah ngutuk dalam hati atau ngelawan papah, seenggaknya aku gak ada rasa menyesal. dan aku bersyukur punya papah sehebat dia.
aku ngejalanin hidupku untuk orang tuaku, demi mereka. dan gak berubah sampai saat ini, untuk ngebahagiain mamah, dan ngebanggain papah, disurga.
Langganan:
Postingan (Atom)


